Showing posts with label Renungan Islami. Show all posts
Showing posts with label Renungan Islami. Show all posts

Monday, November 25, 2013

ONLINE DENGAN SANG KHALIQ

Perlu kita semua menyisihkan waktu untuk meninggalkan semua kesibukan dan hiruk pikuk kebisingan dunia untuk "nyaliksik diri" (Merenungkan diri) seperti halnya Rosul dulu mengasingkan diri di goa hiro
Zikir yg ampuhkatanya ...."pikirkan ciptaanKU"

Jika mau  meneladani Rosul......percaya, tidak akan jadi kuper, yang ada kita akan mendapatkan layanan melebihi ISP yg tercanggih yg ada saat ini.

Karena kita akan bisa online dengan sang khaliq dimana saja dan kapan saja dan tidak akan mengalami gangguan jaringan.

Nabi Muhammad SAW setelah jadi Rasul memang luar biasa...beliau setiap malam berdoa ...banyak berpuasa... tapi di satu sisi beliau menjadi pemimpin dan membimbing ummat...bahkan dalam 23. tahun masa kerasulan ikut 70 kali peperangan...subhanallah..

Sifat kerosulannya sudah di format oleh Allah dari sejak lahir, perjalanan dia sebelum jadi Rosul itulah yg sesungguhnya patut kita teladani, karena sifat2 itu lah yg membuat dia di "kehendaki" oleh Allah untuk menjadi rosulNya

Setelah dikehendaki dan dia diangkat jadi nabi, semua perjalanan beliau yang penuh romantika dan yang luar biasa itu adalah sudah dalam rentang kendali Allah SWT utuh...

Gambarannya adalah : ketika kita menghendaki sebuah computer yang maha canggih dan bisa membantu semua kebutuhan kita tentunya kita harus upgrade computer kita yg ada saat ini (hardware, software, dan pernagkat lainya) maka ketika semua itu sudah sesuai dengan computer spt yg kita kehendaki, maka kita hanya tinggal, input, read, edit, delete dan execute saja sesuai apa yg kita inginkan

Perkara romantika, hambatan, troubleshooting dalam perjalanannya tsb itu adalah tidak lebih dikarenakan oleh pekerjaan para hacker which is,  para hacker itupun di ciptakan oleh yang maha pencipta juga dengan tujuan untuk menguji keampuhan perangkat Komputer kita dari virus dan kelakuan para hacker tsb.

Jadi pertanyaannya : "Sudahkah kita upgrade semua perangkat yang ada di dalam diri kita ?" Untuk dijadikan dan memposisikan kita sebagai makhluk yang akan dikehendaki oleh sang khaliq.

" Ya Allah, jadikanlah lintasan2 dan goresan2 hatiku takut kepada Engkau dan Mengingat Engkau, dan jadikanlah kemauanku dan hawa nafsuku pada apa yang engkau sukai dan Engkau ridhoi..

Bunyi wahyu pertama :

"Iqro bismirabbikalladzi kholaq, kholaqol insaana min ngalaq, iqra wa rabbukal akram, aladzi 'alama bil qolam"

Arti khusus ayat 4 :
Yang mengajar (manusia) dengan pena.

Jadi mengajarkan manusia dengan tulisan maksudnya dgn ilmu pengetahuan (al-qur'an)
Allah mengajarkan manusia dari yg tdk tahu menjadi tahu...

surat al alaq ayat 4 tadi, yaitu Tuhan mengajarkan kita melalui qalammullah yang dituliskan salah satunya dalam kitab alquran dan kitab2 allah yg lainnya yg selalu harus kita baca.

Selanjutnya semua tulisan yg ada di dalam sebuah buku itu terdiri dari huruf-hurup yang dirangkai menjadi sebuah kalimat yang dengan keahlian seorang penulis bisa membawa pembaca mengerti apa yang disampaikan penulis.

Kalau membaca alquran saya yakin semua teman sering lakukan dan tidak pernah lupakan, tapi jangan lupa ada satu kitab/buku atau apa lah namanya yang sama harus kita baca dia adalah kitabul baqa (istilah saya) yaitu kitab yang tidak aka pernah lekang oleh panas matahari dan luntur oleh hujan dan itu ada didalam diri setiap kita.

Kembali ke dalam buku di atas, huruf2 dari tulisan didalam buku tsb menurut ilmu pengetahuan terdiri dari huruf vokal dan huruf konsonan, dan bisa dipastikan keberadaan vokal memgang peranan penting dalam sebuah kalimat dalam mengartikan sebuah kalimat / tulisan

Nah berkenaan dengan huruf vokal tersebut (a, i, u, e, o) merupakan salah satu gerbang untuk bisa membaca kitabul baqa tadi.

Bingung kan, mari kita jabarkan dlm bahasa sunda :

a :
Tong rumasa boga kawasa
Sagala rupa kaduga
Rumasa bisa laksana
Tina sagala kahayang

i :
Sing eling na jati diri
Sing eling jangji ka gusti
Jangji moal bisa buni
Tina paningali gusti

u :
Lamun surya geus di luhur
Tong poho da bakal turun
Sing emut diri ka umur
Beuki lila beuki uzur

e :
Lamun salira ngaraos poek
Enggal geura tong talangke
Bilih kapayunan ku panon poe
Isuk meletek srengenge

o :
Tangtu umur maju ka kolot
Sering nyebut asma allah
Da bongan geus loba poho
Saha nu nyaho isuk boa pageto

Hayu urang geura prak baca diri urang kabeh supaya cepet oge urang upgrade diri urang saacan terlambat...

Arti bebasnya, kira-kira seperti ini   :

a :
Jangan merasa punya kekuasaan
Segalanya mampu
Merasa yakin  bisa
Mencukupi semua keinginan

i :
Ingat pada jati diri
Ingat perjajijian dengan Allah
Janji tdk akan bisa ditutupi
Dari kekuasaan Allah

u :
Kalau matahari sdh naik
Jangan lupa akan turun
Selalu ingat umur
Semakin lama semakin tua

e :
Kalau diri merasa gelap
Cepat jangan ditunda
Nanti keduluan sama matahari
Pagi saat pajar

o :
Pasti umur menuju tua
Sering menyebut asma Allah
Sebab sudah banyak lupa
Siapa tahu besok atau lusa

Mari kita segera baca diri kita semua supaya spcepat kita upgrade diri sebelum terlambat.

Sumber  :
Tulisan ini diambil dari Diskusi grup BB, teman-teman Genephis SMAN 1 Subang Angkatan 1988, dengan maksud agar diskusi ini tidak mubadir dan bisa di share pada yang lain 

Monday, July 30, 2012

KISAH ANAK YATIM


Ini kisah seorang yatim, sebut saja namanya  Firman, 20 tahun, kakak dari empat adik itu sudah hampir seminggu selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah, namun meski terburu-buru ia masih menyempatkan diri walau hanya menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. Tak apalah, katanya, yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah.
Sebelumnya ia tak pernah begitu, wajar karena empat hari yang lalu, dini hari sekitar pukul 03.00 ayahnya yang tukang angkut sampah di sebuah perumahan, meninggal dunia. Makanya, kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid, kini ia harus melakukannya sendiri. Pasalnya, sepuluh  tahun lalu, ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil, Salma. Firman dan semua adiknya, memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. Tak dinyana, perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. Namun Firman tetap tegar, sebagai kakak tertua dari empat  adiknya, ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda, mereka tak boleh larut. Tetap tegak menatap hari esok, sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang, tanpa bimbingan orangtua, tanpa ada lagi tempat mengadu, apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya.
Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan, kami bertemu Firman. Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. Ia tersenyum melihat kami, padahal masih ada kegetiran didada ini merenungi nasib Firman dan adik-adiknya. Namun pagi itu Firman memberi pelajaran terbaik buat kami ketika ia mengatakan, “Allah menyayangi anak-anak yatim, kalau dulu sewaktu ibu meninggal, masih ada bapak yang menyayangi. Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. Tapi kini, keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami. Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami, menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya, tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya, seraya bersegera membalas cinta-Nya”.
Subhanallaah … kami tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan, lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. Nampaknya, keyakinannya terbukti, bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka, Firman dan semua adiknya. Saat itu juga kami menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil, cengeng, sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup, dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan keputusan-Nya kepada kami. Padahal, kami disamping masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar, keadaan ekonomi keluarga kami pun masih lebih baik dari Firman.
Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas, menjadi pelajaran tersendiri buat kami. Firman, juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar, hati mereka sekokoh gunung, justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya, sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan, ujian hidup seberat apapun. Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya, mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap kami seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan.
Padahal dengan semua kelebihan yang  kami miliki, seharusnya kami  jauh lebih kuat dari mereka, jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. Toh kami masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat, atau setidaknya kedua orangtua kami  akan memapah kami seraya membangunkan kami ketika kami jatuh. Lagi pula, seharusnya juga kami bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Firman dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. Dengan kelebihan yang kupunya, seharusnya kami berikan sebagiannya kepada mereka, agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya.
Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS. Al Maa’uun).
Tentu bukan hanya Firman dan Salma anak yatim di negeri ini, tengoklah kesamping kanan dan kiri kita, masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi, sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak, sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama, tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulut-mulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. Padahal sesungguhnya saat itu juga, kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. Tak semestinya, kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orang-orang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya.
Hmmm, kami tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Firman, Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan ini. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka, saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka, ketika tak ada lagi tangan-tangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. Jawabnya ada pada diri kita, yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim, kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab..

JANGAN TIDUR SEBELUM MELAKUKAN 4 PERKARA


SEBELUM tidur, Rasulullah SAW berpesan kepada Aisyah ra :
"Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur'an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh"

Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda :
1. "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an."  Bismillaahir rohmaanir rohiim,
Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x)

2. "Membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa'at di hari kiamat“.  Bismillaahir rohmaanir rohiim, Alloohumma shollii 'alaa  Muhammad wa'alaa alii  Muhammad (3x)“

3. "Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu“. Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)

4. "Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan - akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh“.
Bismillaahir rohmaanir rohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar (3x) 

*Untuk ingatan kita bersama.
Kalau berkenan..kirim yah ke saudara Muslim yang lain. RasuIullah saw bersabda ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang kekal bagi orang yang mengajarnya, meski hanya 1 ayat,dan meskipun kita sudah meninggal dunia.

Tuesday, July 24, 2012

ISTRI ADALAH RATU RUMAH TANGGA SHALEHAH


Alangkah mulianya seorang wanita yang berjiwa qanaah, cermat dalam membelanjakan harta demi mencukupi suami dan anak-anaknya. Dahulu kala, para wanita kaum salaf memberi wejangan kepada suami atau ayahnya, begini, Berhatilah-hatilah engkau dari memperoleh harta yang tidak halal. Kami akan sanggup menahan rasa lapar namun kami tak akan pernah sanggup merasakan siksa api neraka Inilah akhlak pertama bagi pihak istri.
Kedua, istri shalihah adalah istri yang berbakti kepada suaminya, mendahulukan hak suami sebelum hak dirinya dan kerabat-kerabatnya. Termasuk dalam masalah taat kepada suami adalah berlaku baik pada ibu mertua.

Ketiga, istri sebagai guru pertama bagi anak-anak, hendaknya mendidik mereka dengan pendidikan yang baik, memperdengarkan kata-kata yang baik, mendoakan mereka dengan doa yang baik pula. Semuanya itu merupakan implementasi bakti istri kepada suaminya.

Keempat, karakter istri dengan adab baik adalah tidak mengadukan urusan rumah tangga dan mengungkit-ungkit perkara yang pernah membuat diri si istri sakit hati dalam pelbagai forum. Hal yang sering terjadi pada diri seorang wanita yaitu menceritakan keadaan buruk yang pernah menimpanya kepada orang lain. Seakan dengan menceritakan masalah yang melilit dirinya urusan akan terselesaikan. Namun yang terjadi sebaliknya, keburukan dan aib keluarga justru menjadi konsumsi orang banyak, nama baik suami dan keluarga terpuruk, dan jalan keluar tak kunjung ditemukan.

Bentuk adab� kelima, tidak keluar dari rumahnya tanpa memperoleh izin terlebih dahulu dari suami. Mengenai hal ini, Nabi telah mewanti-wanti dengan bersabda, Hendaknya seorang wanita (istri) tidak keluar dari rumah suaminya kecuali dengan seizin suami. Jika ia tetap melakukannya (keluar tanpa izin), Allah dan malaikat-Nya melaknati sampai ia bertaubat atau kembali pulang ke rumah. (HR. Abu Dawud, Baihaqi, dan Ibnu sakir dari Abdullah bin Umar)

Sunday, July 22, 2012

ISTRI YANG SAHLIHAH


Sifat istri shalihah bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya :

Satu
Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

Dua 
Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

Tiga 
Tidak memberikan Kemaluan nya kecuali kepada suaminya.

Al Quran :
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (an-Nuur: 2-3).

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32)

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69).
“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (al-Mumtahanah: 12).

HADIS :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim [107]).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rauslullah saw. bersabda, “Tidaklah berzina seorang pezina saat berzina sedang ia dalam keadaan mukmin,”

Masih diriwayatkan darinya dari Nabi saw. beliau bersabda, “Jika seorang hamba berzina maka keluarlah darinya keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung. Jika ia meninggalkan zina maka kembalilah keimanan itu kepadanya,” (Shahih, HR Abu Dawud [4690]).

Diriwayatkan dari al-Miqdad bin al-Aswad r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya, “Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.” Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri tetangganya,” (Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [103]).

Empat. 
Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi waalaihi wa sallam bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

Lima 
Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Enam 
Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

Tujuh
Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

Delapan 
Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436).

9. Melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa
kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya,
selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila
dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan
suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).

Sepuluh 
Amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).

Sebelas 
istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ”Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.”(QS Ar Rum [30]: 21).

Demikianlah Istri shaleha itu menurut Kitab Suci Al Quran dan Hadis2 sahih….
semoga Anda termasuk di dalam nya….





Saturday, July 21, 2012

KISAH DOA SEORANG AYAH KEPADA ANAKNYA

Salah satu da’i berkata, “Ada seorang laki-laki memiliki hutang, dan pada suatu hari datanglah kepadanya pemilik hutang, kemudian mengetuk pintunya. Selanjutnya salah seorang putranya membukakan pintu untuknya. Dengan tiba-tiba, orang itu mendorong masuk tanpa salam dan penghormatan, lalu memegang kerah baju pemilik rumah seraya berkata kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah, bayar hutang-hutangmu, sungguh aku telah bersabar lebih dari seharusnya, kesabaranku sekarang telah habis, sekarang kamu lihat apa yang kulakukan terhadapmu hai laki-laki?!

Pada saat itulah sang anak ikut campur, sementara air mata mengalir dari kedua matanya saat dia melihat ayahandanya ada pada kondisi terhina seperti itu.

Dia berkata,”Berapa hutang yang harus di bayar ayahku?’

Dia menjawab,”Tujuh puluh ribu real.”

Berkata sang anak,”Lepaskan ayahku, tenanglah, bergembiralah, semua akan beres.”

Lalu masuklah sang anak kekamarnya, dimana dia telah mengumpulkan sejumlah uang yang bernilai 27 ribu Real dari gajinya untuk hari pernikahan yang tengah ditunggunya. Akan tetapi dia lebih mementingkan ayahanda dan hutangnya daripada membiarkan uang itu di lemari pakaiannya. Sang anak masuk ke ruangan lantas berkata kepada pemilik hutang, “Ini pembayaran dari hutang ayahku, nilainya 27 ribu Real, nanti akan datang rizki, dan akan kami lunasi sisanya segera dalam waktu dekat Insya Allah.”

Di saat itulah, sang ayah menangis dan meminta kepada lelaki itu untuk mengembalikan uang itu kepada putranya, karena ia membutuhkannya, dan dia tidak punya dosa dalam hal ini. Sang anak memaksa agar lelaki itu mengambil uangnya. Lalu melepas kepergian lelaki itu di pintu sambil meminta darinya agar tidak menagih ayahnya, dan hendaknya dia meminta sisa hutang itu kepadanya secara pribadi.

Kemudian sang anak mendatangi ayahnya, mencium keningnya seraya berkata, “Ayah, kedudukan ayah lebih besar dari uang itu, segala sesuatu akan diganti jika Allah azza wa jalla memanjangkan usia kita, dan menganugerahi kita dengan kesehatan dan ‘afiyah. Saya tidak tahan melihat kejadian tadi, seandainya saya memiliki segala tanggungan yang wajib ayah bayar, pastilah saya akan membayarkan kepadanya, dan saya tidak mau melihat ada air mata yang jatuh dari kedua mata ayah di atas jenggot ayah yang suci ini.”

Lantas sang ayah pun memeluk putranya, sembari sesegukan karena tangisan haru, menciumnya seraya berkata, “Mudah-mudahan Allah meridhai dan memberikan taufiq kepadamu wahai anakku, serta merealisasikan segala cita-citamu.”

Pada hari berikutnya, saat sang anak sedang asyik melaksanakan tugas pekerjaannya, salah seorang sahabatnya yang sudah lama tidak dilihatnya datang menziarahinya. Setelah mengucapkan salam dan bertanya tentang keadaannya, sahabat tadi bertanya,

“Akhi (saudaraku), kemarin, salah seorang manajer perusahaan memintaku untuk mencarikan seorang laki-laki muslim, terpercaya lagi memiliki akhlak mulia yang juga memiliki kemampuan menjalankan usaha. Aku tidak menemukan seorang pun yang kukenal dengan kriteria-kriteria itu kecuali kamu. Maka apa pendapatmu jika kita pergi bersama untuk menemuinya sore ini?”

Maka berbinar-binarlah wajah sang anak dengan kebahagiaan, seraya berkata,

“Mudah-mudahan ini adalah do’a ayah, Allah azza wa jalla telah mengabulkannya.”

Maka dia pun banyak memuji Allah azza wa jalla. Pada waktu pertemuan di sore harinya, tidaklah manajer tersebut melihat kecuali dia merasa tenang dan sangat percaya kepadanya, dan berkata,

“Inilah laki-laki yang tengah kucari.”

Lalu dia bertanya kepada sang anak, “Berapa gajimu?”

Dia menjawab, “Mendekati 5 ribu Real.”

Dia berkata, “Pergi besok pagi, sampaikan surat pengunduran dirimu, gajimu 15 ribu Real, bonus 10% dari laba, dua kali gaji sebagai tempat dan mobil, dan enam bulan gaji akan di bayarkan untuk memperbaiki keadaanmu.”

Tidaklah pemuda itu mendengarnya, hingga dia menangis sambil berkata, “Bergembiralah wahai ayahku.”

Manajer pun bertanya kepadanya tentang sebab tangisannya. Maka pemuda itu pun menceritakan apa yang telah terjadi dua hari sebelumnya. Maka manajer itu pun memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang ayahnya. Adalah hasil dari labanya pada tahun pertama, tidak kurang dari setengah milyar Real Berbakti kepada kedua orang tua adalah bagian dari ketaatan terbesar, dan bentuk taqarrub kepada Allah azza wa jalla yang teragung.

Dengan berbakti kepada keduanya rahmat-rahmat akan diturunkan, segala kesukaran akan disingkapkan. Dan Allah azza wa jalla telah mengaitkan antara berbakti kepada kedua orang tua dengan tauhid, Allah azza wa jalla berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [QS. Al Israa’. 23]

Di dalam shahihahin, dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amal mana yang paling dicintai oleh Allah?” Maka beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Kukatakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Kukatakan, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” [HR. al Bukhari & Muslim]

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan datang atas kalian Uwais bin ‘Amir bersama dengan penduduk Yaman dari Murad kemudian dari Qorn. Dulu dia kena penyakit sopak, kemudian sembuh darinya kecuali selebar koin uang dirham. Dia punya seorang ibu yang dulu dia berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah atas nama Allah, pastilah akan dipenuhiNya. Maka jika kamu mampu dia beristighfar untukmu, maka lakukanlah.” [HR. Muslim]

Ini pula Hiwah bin Syuraih, dia adalah salah seorang Imam kaum muslimin dan ulama yang terkenal. Dia duduk pada halaqohnya mengajar manusia. Berbagai thalib (penuntut ilmu) datang kepadanya dari segenap tempat untuk mendengar darinya. Maka suatu ketika ibunya berkata kepadanya, saat dia berada di tengah-tengah muridnya, “Berdirilah wahai Hiwah, beri makan ayam.” Maka dia pun berdiri dan meninggalkan kajian.

Ketahuilah wahai saudaraku yang tercinta, bahwasanya termasuk pintu-pintu surga adalah Babul Walid (Pintu berbakti kepada orang tua). Maka janganlah kehilangan pintu tersebut, bersungguh-sungguhlah dalam menaati kedua orang tuamu. Demi Allah, baktimu terhadap keduanya termasuk diantara sebab-sebab kebahagiaanmu di dunia akhirat.

Aku memohon kepada Allah azza wa jalla agar memberikan taufik kepadaku dan seluruh kaum muslimin untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada keduanya. aamiin., 
Wallahu 'alam

Monday, May 28, 2012

KEMANA PERGINYA DO'A ?




Jika berharap uang, ternyata yang datang hutang....
Jika meminta kemudahan, yang hadir justru kesulitan....
Jika doakan kesehatan, yang hampiri penyakit....

Jangan kau tanya mengapa Allah tak kabulkan doa....
Jangan kau paksa kapan Allah ijabahkan doa..
Jangan kau heran mengapa Allah abaikan doa....

Tapi tanyakan seperti apa tubuhmu bicara....
Tanyakan seperti apa hatimu berkata....

Apa Subuhmu menjelang dhuha?....
Apa Dhuhurmu sisa waktu bisnis yg kau punya?....
Apa Ashar-Maghrib mu terlalu dekat waktunya?....
Apa Isya mu terlewat karena lelah yg ada....

Jangan salahkan Allah....
Jika kau kira bisa bebas berbuat dosa....
Lalu bisa putihkan dengan Haji & Umroh tiap tahun adanya....

Jangan salahkan Allah....
Jika ayat suci hanya kau pilih beberapa....
Surat Yusuf agar mendapatkan putera ganteng nan sholeh....
Surat Maryam agar memperoleh puteri nan cantik sholehah....
Surat Ar-Rahman agar berlimpah rejeki....
Surat Yaasin utk "meratapi" mayat...

Dan jangan salahkan Allah..
Jika ayat-ayatNya tak pernah dibaca ataupun diamalkan dalam kehidupan nyata....

Jika titah Allah hanya beban....
Jika urusan Allah hanya dagang....
Jangan harap kecintaanNya akan datang....

Ya Allah....
Jagalah kami dari hal2 yg demikian...
Satukan kami dalam ikatan cinta utk saling mengingatkan....
Akan keberadaan dan kewajiban kami kepada-Mu