Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tuesday, September 11, 2012

REFLEKSI DIRI


Seorang tukang bangunan yang sdh tua berniat untuk pensiun dari profesi yg sdh ia geluti selama puluhan tahun.

Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kpd mandornya.

Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yg handal yg ia miliki dlm timnya. Namun ia juga tdk bisa memaksa.

Sebagai permintaan terakhir sblm tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.

Dgn berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata krn ia sdh berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tdk dgn segenap hati.

Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, " Kerjakanlah dgn yg terbaik yg ĸª♏ü bisa. ĸª♏ü bebas membangun dgn smua bahan terbaik yg ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan...
Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yg buruk untuk mengakhiri
karirnya.

Saat rumah itu selesai... Sang mandor dtg untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, " Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu !!! "

Betapa terkejutnya si Tukang Kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak  awal ia tahu bahwa ia sdg membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dgn sungguh-sungguh. Skrg akibatnya, ia harus tinggal di rmh yg ia bangun dgn asal-asalan.

Inilah refleksi hidup Ќi†a !!!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dgn kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dgn kejujuran, segenap hati, dan bijaksana.

Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihan mu ∂ï masa lalu... Dan masa depan mu adalah keputusan yang kita ambil saat ini...

Thursday, August 9, 2012

WANITA PERLU TAAT PADA SUAMINYA


Wanita peru taat pada suaminya, tapi tahukah, bahwa lelaki wajib ta'at kepada Ibunya 3x lebih utama dari pàda ke Bapaknya...

Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada  Lelaki. Tapi tahukah bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada Suaminya, sementara apabila Lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya utk Isteri dan anak2nya..
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak. Tapi tahukah bhw setiap sa'at dia didoakan oleh segala umat, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ni. Dan tahukah, jika ia mati karena melahirkan adalah Syahid dan Surga akan menantinya...

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung jàwabkan terhadap 4 wanita, yaitu:
1.Isterinya,
2.Ibunya,
3.Anak Prempuanya dn
4.Saudara Prempuannya.

Artinya: bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki, yaitu:
1.Suaminya,
2.Ayahnya,
3.Anak Lelakinya dan
4.Saudara Lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu surga ynag mana saja yg disukainya, cukup dengan 3 syarat saja, yaitu :
1.Sholat 5 waktu,
2.Puasa di bulan Ramadhan,
3.Taat pada Suaminya, dan

Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika ta'at akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kpd ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Sebarkan tausyiah ini kpd saudara muslim-mu yg lain, smoga pahala mengalir kpdmu juga.... Amiiin :)
Dkirim khusus utk para wanita  ...
1.Bersabar sa'at tertekan
2.Tersenyum di sa'at hati menangis
3.Diam sa'at terhina
4.Mempesona karena memaa'afkan
5.Mengasihi tanpa pamrih
6.Bertambah kuat di dalam do'a & pengharapan.

Serta dikirim utk laki2 yg mncintai Isterinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya


Pesan ini  : Banyak beredar di pesan BBM.... 

Monday, July 30, 2012

APA BALASANMU PADA IBUMU


Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikan. Sebagai balasannya, km menangis sepanjang malam.


Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.


Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.


Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.


Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian2 yang mahal dan indah. Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.


Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”


Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.


Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.


Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu. Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.


Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.


Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop. Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.


Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai di keluar rumah.


Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.


Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan. Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.


Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.


Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.


Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.


Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.


Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.


Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?” Sebagai balasannya, kau jawab, ”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”


Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus utk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”


Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.


Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1set furnitur untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu.


Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti Itu?”


Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500km.


Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”


Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”.


Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-Anaknya.


Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang, dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan.........

Sunday, June 3, 2012

SEPATU COPOT DI KERETA

Suatu hari seorang bapak tua hendak bepergian menggunakan kereta. Namun karena terburu-buru, ketika naik, sebelah sepatunya tersangkut di pintu dan jatuh ke atas rel. Ia hendak mengambilnya namun kereta terlanjur berjalan dan tak mungkin memintanya untuk berhenti.

Sesaat kemudian, ia malah melakukan sesuatu yang tidak lazim. Si bapak tua dengan tenang melepas sepatu sebelahnya, lalu melemparkannya ke luar tak jauh dari sepatu tadi jatuh.

Kebetulan semua kejadian itu diperhatikan oleh seorang pemuda yang duduk di dalam kereta.

Karena penasaran, pemuda itu menyapanya sambil bertanya, "Pak, saya tadi sempat memperhatikan apa yang Bapak lakukan. Bapak sudah kehilangan satu sepatu, lalu kenapa Bapak juga melemparkan sepatu Bapak yang lain? Dengan begitu, Bapak sekarang tak punya alas kaki."

Si bapak tua itu menjawab ramah, "Nak, sepatu yang terjatuh tadi mungkin akan ditemukan oleh seseorang, dan bisa saja dia itu orang yang tak berpunya. Tapi, apakah sepatu yang cuma sebelah itu ada gunanya buatnya? Tidak, kan? Sementara saya sendiri, apakah sepatu yang masih melekat di kaki saya tadi juga masih bermanfaat bagi saya? Tidak juga, kan?

Jika saya melemparkan sepatu sebelahnya lagi, kemungkinan besar orang yang tadi menemukan sepatu saya akan menemukan pasangannya. Dengan begitu, sepatu itu bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Karena itulah, saya lemparkan sepatu sebelahnya lagi supaya orang yang menemukannya bisa memanfaatkannya dengan baik."




Bapak tua di dalam kisah tadi adalah Mahatma Gandhi. Apa yang dilakukan beliau, mungkin bisa kita ambil makna positifnya: "Berkeras mempertahankan apa yang kita miliki tidak membuat kita atau dunia di sekitar kita menjadi lebih baik. Tapi memberikan dengan ketulusan hati dapat membantu banyak orang dan membuat mereka bahagia.

Tuesday, May 8, 2012

TENTANG IBU


Seorg anak bertengkar dgn Ibunya & pergi dari rumah.
Saat berjalan ia tersadar bhw ia tdk bawa uang.
Ia lewat sebuah kedai bakmi & ingin sekali pesan semangkuk bakmi.

Pemilik kedai lihat si anak berdiri lama di depan kedainya, lalu berkata "Nak, apa engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"
"Ya, tapi aku tdk bawa uang," ujar ‎​​​si anak dgn malu2.
"Tdk apa2, aku traktir kamu," jawab pemilik kedai.

Si anak segera makan beberapa suap, lalu air matanya mulai berlinang.
"Ada apa Nak?" tanya pemilik kedai. "Tdk apa2, aku terharu," ujar si anak sambil menyeka air matanya.
"Seorg yg baru kukenal memberiku semangkuk bakmi, tapi Ibuku sendiri sesdh bertengkar dgnku, mengusirku dari rumah.
Kau org yg baru kukenal tapi begitu peduli dgnku." katanya pd pemilik kedai.

Pemilik kedai itu berkata "Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu. Ibumu sdh memasak bakmi & nasi utkmu sejak kau kecil hingga saat ini, mengapa kau tdk berterimakasih pd-nya? Kau malah bertengkar dgnnya?"

Si anak sadar mendengar hal itu. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal itu? Utk semangkuk bakmi dari org yg baru kukenal aku begitu berterimakasih,
tapi pd Ibuku yg memasak utkku selama bertahun2, aku tdk peduli padanya & hanya krn persoalan sepele, aku bertengkar dgn-nya".
Anak itu segera habiskan bakminya lalu ia kuatkan dirinya utk pulang ke rumah.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia lihat Ibunya dgn wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yg keluar dari mulutnya: "Nak, kau sdh pulang, cepat masuk, aku sdh menyiapkan makan malam."
Mendengar hal itu, si anak tdk dpt menahan tangisnya & menangis di hadapan Ibunya.

Sekali waktu kita mungkin akan sangat brterimakasih kpd org lain utk satu bantuan kecil yg diberikan pd kita.
Namun pd orang yg sngat dekat dgn kita, khususny orang tua kita, kita hrs ingat bhw kita mesti berterimakasih&menyayangi mreka seumur hidup kita