Showing posts with label Ayah. Show all posts
Showing posts with label Ayah. Show all posts

Monday, September 17, 2012

KASIH ORANG TUA KEPADA ANAK


Seorang kakek berumur 90 tahun duduk di sofa bersama putranya yang terpelajar, berusia setengah baya. Tiba-tiba seekor burung gagak terbang dan bertengger di jendela.

“Apa itu?” tanya kakek tersebut.

“Burung gagak,” jawab anaknya.

Beberapa menit kemudian, si ayah kembali bertanya lagi kepada anaknya, “Apa itu?”

Si anak berkata, “Ayah, tadi saya baru bilang, itu burung gagak.”

Sebentar kemudian, kakek itu kembali bertanya untuk ketiga kalinya.

“Apa itu?”

Kali ini, si anak jadi kesal dan menjawab gusar, “Itu burung gagak, burung gagak, burung gagak.”
Selang beberapa saat, kakek itu bertanya lagi untuk keempat kalinya, “Apa itu?”

Kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran. Dengan setengah membentak, ia bertanya, “Mengapa Ayah terus menanyakan hal yang sama terus-menerus? Saya sudah bilang berkali-kali, ‘Itu burung gagak’. Apakah Ayah tidak bisa lagi mengerti?”

Tanpa menjawab, kakek itu pergi ke kamarnya dan kembali dengan sebuah buku harian usang yang ditulisnya sejak anaknya lahir. Ia lalu membuka satu halaman dan meminta anaknya membaca halaman itu.

“Hari ini, putra cilikku yang berumur 3 tahun duduk di sofa. Tiba-tiba seekor burung gagak terbang mendekat dan bertengger di jendela. Putraku bertanya 23 kali apa itu. Dan saya jawab 23 kali bahwa itu burung gagak. Saya memeluknya setiap kali ia menanyakan pertanyaan yang sama, lagi dan lagi sebanyak 23 kali. Sama sekali tak ada rasa jengkel. Yang terasa justru kasih sayang kepada putraku yang belum mengerti apa-apa.”

Ketika putra ciliknya bertanya 23 kali, apa itu, pria tersebut sama sekali tidak marah dan menjawab 23 kali dengna jawaban yang sama. Tapi, ketika pria itu bertanya 4 kali pertanyaan yang sama kepada anaknya, si anak jengkel dan marah.

Moral Cerita :
Jika orangtua sudah lanjut usia, jangan tolak mereka dan menganggap mereka sebagai beban. Bicara kepada mereka dengan kata-kata baik, tenang, sopan, dan manis budi. Beri perhatian dan kasih sayang kepada mereka.

Mulai hari ini katakan atau janji kepada diri sendiri, ‘Saya ingin lihat orangtua saya bahagia untuk selamanya. Mereka telah mengasih dan mengasuh saya sejak bayi. Mereka selalu melimpahi saya dengan kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Saya berjanji akan belajar sabar seperti orangtua saya sabar dengan saya ketika kecil. Mengucapkan kata-kata manis seperti yang selalu dilakukan mereka ketika saya tidak mengerti.’

Artikel ini dipersembahkan untuk semua orang tua di dunia, semoga mereka selalu berbahagia. Semoga demikianlah adanya. 

kisah Inspiratif dari SL-BOOKS

BUKU CATATAN AYAH


Ayah dan ibu sudah menikah 30 tahun & Michael tidak pernah melihat mereka bertengkar.

Bagi Michael, perkawinan ayah & ibu menjadi teladan baginya. Setelah menikah, dia dan istrinya sering bertengkar karena hal-hal kecil.

Ketika pulang ke rumah ayahnya, Michael menuturkan keluhannya pada ayahnya. Ayahnya mendengarkan kemudian masuk ke kamarnya, dan keluar dengan mengusung buku-buku & ditumpuknya di depan Michael.

Sebagian buku sudah kuning, kelihatannya sudah disimpan lama. Dengan penuh rasa ingin tahu Michael mengambil satu buku itu. Tulisannya benar tulisan ayahnya, agak miring dan aneh, ada yang jelas, ada yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembusi beberapa halaman.

Michael membaca halaman2 buku itu. Semuanya merupakan catatan hal-hal sepele, “Suhu udara berubah jadi dingin, ia mulai merajut baju wol untukku. Anak-anak berisik, untung ada dia.”

Semua itu catatan kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, cinta ibu kepada anak-anak dan keluarga. Matanya berlinang air mata. Michael mengangkat kepala, dengan haru dia berkata pada ayahnya, “Ayah, saya sangat kagum pada ayah dan ibu.”

Ayahnya berkata, “Tidak perlu kagum, kamu juga bisa.”

Ayah berkata lagi, “Menjadi suami istri selama puluhan tahun, tidak mungkin menghindari pertengkaran. Ibumu kalau kesal, suka cari gara-gara, melampiaskan kemarahannya dan ngomel. Dalam buku aku tuliskan yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Seringkali hatiku penuh amarah waktu menulis, kertasnya sampai sobek, tembus oleh pena. Tapi aku terus menulis semua kebaikannya. Aku renungkan, akhirnya emosi itu lenyap yang tinggal semuanya kebaikan ibumu.”

Michael mendengarkan, lalu bertanya, “Ayah, apakah ibu pernah melihat catatan ini?”

Ayah tertawa dan berkata, “Ibumu juga memiliki buku. Bukunya berisi kebaikan diriku. Sering kami saling bertukar buku & saling menertawakan. Ha…ha…ha…”

Tiba-tiba Michael sadar akan rahasia pernikahan, "Mencintai itu sangat sederhana. Ingat dan catat kebaikan pasangan. Lupakan dan maafkan segala kesalahannya."

Kisah inspiratif dari  SL-BOOKS