Showing posts with label Tahukan anda ?. Show all posts
Showing posts with label Tahukan anda ?. Show all posts

Saturday, July 18, 2015

KARAOKE DI LAPTOP/PC DENGAN MENGGUNAKAN GOM PLAYER



Saya mencari cara paling gampang karaokean di laptop / PC, eh GOM Player ternyata menyediakan fasilitas itu. Caranya sangat gampang  hanya menyiapkan lagu karaoke dengan dua audio/stereo.

Cara menjalankannya : 
1.Putar lagu karaokenya dengan media player Gom Player
2. Lagu dinyalakan dulu, lalu  tekan "A" yang ada di keybord laptop,maka akan muncul tampilan layar yang ada dibawah ini  :



3.Silahkan semua pilih left atau right untuk menghilangkan vokal penyanyinya.....

Gampang Kan ?  Yuk karaokean di Laptop ataupun PC ....

Thursday, January 3, 2013

SIAPAKAH GENERASI Y


“Mereka tak sama seperti kita dulu, dibesarkan dalam kesenangan, tak tahu kerja keras, tahunya hanya protes.”
“Dirusak oleh teknologi, lebih banyak bermain daripada bekerja.”
“Pindah kerja seenaknya. Tidak loyal… Mereka di sini bukan untuk membantu, tapi membuat masalah."  Itulah ungkapan yang sering muncul saat sekelompok senior berkumpul membahas para eksekutif muda atau karyawan baru. Yang terdengar lebih banyak keluhan daripada pujian.

Walaupun generasi ini terlihat pintar, agresif, dan senantiasa mau mencoba tetapi sikap mereka membuat manajemen khususnya bagian SDM sakit kepala! Mereka orang muda yang berani, bersemangat tetapi sering dianggap kurang ajar dan tidak tahu sopan santun. Baru seminggu bekerja, tanpa malu sudah berusaha minta fasilitas lebih, dan bahkan mau dan berani mengubah cara pengelolaan perusahaan. Mereka memang hebat dengan kemahiran multi tasking; sambil membalas email melalui iPad, masih bisa membalas pesan BlackBerry, juga pada waktu yang sama mereka  melakukan deal business melalui telefon! Mereka memakai jeans ke kantor dan iPod di telinga, diragukan apakah benar-benar bekerja? Di mana disiplin dan keseriusan yang selama ini sangat penting dalam ‘budaya’ perusahaan?

Apabila tepat jam 5 sore, mereka akan bergegas pulang untuk aktivitas pribadi seperti bermain futsal, fitness atau sekadar kongkow bersama teman-temannya. Kerja lembur? Tidak! Bagi mereka hal itu tanda gagal mengurus waktu dan kurang gesit menyelesaikan pekerjaan!
Akhir pekan, mereka biasanya sudah punya rencana libur bersama teman atau melakukan hobi sendiri. Namun mereka tidak menolak untuk menyelesaikan pekerjaan dari rumah atau dari tempat liburan, asal saja ada jaringan internet, pekerjaan dapat mereka selesaikan dengan baik tanpa perlu rapat demi rapat. Mereka memang sangat berbeda, karena itu mereka sering dikritik tapi mereka senang mengkritik.

Inilah fenomena yang sedang melanda dunia -gelombang baru perubahan yang dibawa oleh anak-anak muda yang mulai memasuki dunia pekerjaan. Jika Anda senior di perusahan, maka bersiaplah untuk berhadapan dengan mereka. Cara berpikir, cara pandang, cara hidup, juga cara mereka menentukan prioritas dan mendefinisikan kesuksesan sangat berbeda. Menurut Bruce Tulgan, penulis New Haven, “Para korporasi harus mulai bersiap-siap karena generasi ini --yang mencapai usia 30-– adalah sangat  berbeda dibanding generasi sebelumnya.”

Siapa Sesungguhnya Mereka?
Mereka dikenali sebagai Generasi Y (baca: generasi way), atau ada juga yang menggelarinya sebagai echo boomer dan millennials. Ada yang mengatakan, mereka lahir sekitar tahun1977-2002. Ada juga yang berpendapat, sekitar tahun 80an hingga tahun 2005. Namun yang jelas mereka adalah generasi baru yaitu anak-anak dari Generasi Baby Boomer yang hidup setelah Perang Dunia Kedua, atau cucu generasi setelah perang dunia kedua.
“Generasi Y ini dibesarkan dalam lingkungan yang sangat menitikberatkan anak-anak. Generasi ini diprogram dan dibentuk,” kata Cathy O’Neil, VP senior di perusahaan pengelolaan SDM Lee Hecht Harrison di Woodcliff Lake, New Jersey.“Keinginan mereka berbeda. Generasi millennium ini menunggu untuk mendapat masukan dari hasil kerja mereka.”

Dari kecil mereka diajari berpikir terbuka dan bebas menyuarakan pandangan dan keinginan mereka. Guru-guru dan orangtua membentuk generasi ini bebas berpikir, sering diberi feedback, pujian, dan dorongan. Mereka dibesarkan di zaman yang paling ‘aman’ dalam sejarah dan layak mengharapkan lebih banyak dari generasi sebelumnya. Bukan sekadar kebendaan, juga tempat kerja yang menawarkan peluang yang tidak terbatas. Hasilnya mereka sangat percaya diri, berani bersuara, dan tidak malu menyatakan pandangan.

Namun ini menjadikan mereka generasi yang tidak lagi hanya memikirkan uang semata. Mereka inginkan keadilan di dalam menilai pekerjaan mereka dan dihargai tidak hanya dengan gaji. Mereka dibesarkan dengan pujian dan penghargaan, kerana itu jika tidak mendapat feedback secara rutin dari atasan, mereka bisa merasa tidak dihargai dan akan pergi meninggalkan organisasi walaupun gaji yang ditawarkan tinggi. Mereka juga tidak akan menghormati seseorang hanya karena jabatan atau senioritas. Mereka hanya akan menghormati orang yang memperlihatkan sikap hormat kepada mereka. Kesetiaan bagi mereka tidak hanya dibangun dari bawah ke atas tetapi juga harus dari atas ke bawah.

Generasi anak-anak muda ini adalah wajah dunia masa depan, bercita-cita tinggi, kaya ide, ketagihan perubahan, berani dan seolah mampu melakukan apa  saja, kecuali satu… mengikut apa yang diarahkan tanpa sebab!  Menurut Jordan Kaplan, seorang professor sains pengelolaan di Long Island University-Brooklyn, New York, “Generasi Y sangat kurang mempercayai  manajemen konservatif ala command- dan - ala control. Namun, cara manajemen tersebut masih popular di tempat kerja saat ini”. Ia juga menambahkan, “Mereka dibesarkan bebas bertanya dan mempersoalkan orangtua, saat besar mereka juga akan merasa nyaman untuk bertanya dan mempersoalkan atasan. Ini sesungguhnya bagus tetapi hal itu akan mencemaskan manager yang berusia 50 tahun yang mana kebiasaannya hanya mengeluarkan arahan, ‘lakukan dan lakukannya sekarang!’”

Solusi

Sudah saatnya para pemimpin korporasi memikirkan hal ini dengan serius. Semua hal berubah. Begitu juga cara dalam menghadapi para pekerja baru yang memasuki dunia pekerjaan. Mereka tentu tidak sama seperti generasi 20 tahun lalu. Nilai-nilai yang dibawa oleh golongan muda ini seperti kecepatan, flexible, innovasi dan goal oriented, semua harus kita terima dan disesuaikan di dalam korporasi. Cara pengelolaan lama yang kurang fleksibel harus segera diubah untuk menyesuaikan diri dengan tenaga muda yang sedang haus mencari peluang untuk mengembangkan ide dan inovasi.

Namun semua itu belum cukup. Kunci keberhasilan jangka panjang dan kelangsungan sebuah perusahaan atau organisasi adalah bagaimana memotivasi dan membentuk talent-talent muda yang akan membawa Anda menguasai  masa depan. Bagaimana kita dapat memotivasi secara mendalam generasi yang terlihat sangat berbeda dengan kita ini? Bagaimana menanamkan nilai-nilai mulia yang selama ini kita pertahankan di perusahan seperti  integritas, kesetiaan, dan kebersamaan? Apa upaya yang harus dilakukan supaya terwujud kesefahaman antar generasi dan dapat bekerja dalam sebuah pasukan yang saling memahami?

Inilah yang sedang kami lakukan di Pertamina, Telkom, dan BRI, yaitu melatih dan membentuk value karyawan baru (generasi Y) yang sedang membanjiri berbagai koorporasi di Indonesia. Kita harus berhasil mentransfer tentang misi kehidupan, tentang nilai, dan tentang makna, yang selama ini tidak pernah diajarkan kepada mereka. Mereka rajin dan kuat bekerja tetapi tidak mau pekerjaan menguasai kehidupan mereka. Bekerja bagi mereka bukan segalanya, tetapi hanya sebagian dari kehidupan yang perlu dijalani. Mereka sesungguhnya memerlukan lebih dari sekadar gaji dan penghargaan.

Ingatlah, sesungguhnya bukan mereka berada di zaman kita, tapi kitalah yang sebenarnya hidup di zaman mereka. Sudah siapkah kita?

DR HC Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ LC

Wednesday, April 25, 2012

TENTANG TILANG




Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan
taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

*Polisi : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ?

*Sopir : Baik Pak ..

*Polisi : Mas tau kesalahannya apa ?

*Sopir : Gak Pak.

*Polisi : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap.

*Sopir : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo ada pasti saya pasang..

*Polisi : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!)

*Sopir : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan
ada STNKnya Pak. Iini kan bukan mobil curian !

*Polisi: Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).

*Sopir : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja..

*Polisi: Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku !

*Sopir: Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?

*Polisi: Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)

*Sopir: Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini..

*Polisi : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?

*Sopir : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih

*Polisi : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !

*Sopir: Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku ? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

*Polisi : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu).
Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau
oleh seorang anggota polisi lagi)

*Polisi2 :** Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu.

*Sopir : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yang menilangnya)

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.

*Polisi2 : ** Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)

*Sopir: Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

*Polisi2 : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal) Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu.

*Sopir : (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang . Saya berkata : "Ya, silakan."

Sopir taks ipun langsung ke ATM sambil berkata, "Hatiku senang banget Pak, walaupun di tilang, bisa ngasih
pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang.

Tambahnya, : "Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI ! Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum."

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :

Penting:

** SLIP MERAH,







Berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat.. Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang...

**SLIP BIRU,






Berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang.

You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu ! Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA. [kaskus.us]

http://bodrexcaem.blogspot.com/2011/09/info-tentang-surat-tilang-untuk-para.html#ixzz1ZXAUKnnJ