Sunday, March 27, 2011

PEREMPUAN YANG DICINTAI SUAMIKU

Tulisan ini saya sadur, mudah-mudahan menginpirasi untuk orang-orang yang kita sayangi  :
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya.  Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?”
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
 
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,


Mario


Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima”


Di surat yang lain,
 
………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”

Disurat yang kesekian,
 
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
 
“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”  Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.



Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil  mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.

 Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.


Jakarta, 7 Januari 2009

Sumber  :   http://botefilia.com

Sunday, November 14, 2010

Kesurupan Bareng

Acara apa ini ? kok begini ? Kasihan amat orang-orang kesurupan itu ?
Mungkin pertanyan itu akan dilayangkan bagi orang yang pertama kali menghadiri acara "SEDEKAH BUMI" yang diadakan di makam Mbah Buyut Cikawung di desa Cikawung kec. Terisi Kab. Indramayu.

Makam Mbah buyut Cikawung adalah makam tokoh desa Cikawung yang katanya merupakan cikal bakal adanya desa Cikawung pada jaman dulu.  
Lokasi makam tersebut merupakan desa asal Cikawung sebelum zaman DI/TII, namun karena alasan keamanan desa tersebut ditinggalkan dan pindah ke Cikamurang, penduduk disana pada saat itu diancam dan dibunuh apabila tidak memberikan beras atau harta bendanya kepada pasukan DI / TII.
Selanjutnya penduduk Desa Cikawung pindah ke Cikamurang, sehingga sampai saat ini  Desa Cikawung berkedudukan di Cikamurang yang merupakan jalan raya alternatif Subang-Kadipaten.
Dalam acara sedekah bumi tersebut, seluruh orang yang ada di desa Cikawung merayakannya dengan membawa makanan/tumpeng yang dimakan bersama-sama di dekat makam mba buyut Cikawung tersebut.
Acara tersebut juga diiringi kesenian sunda. Ada pula lagu2 khusus yang apabila dinyanyikan akan banyak orang kesurupan, terutama keturunan mbah buyut Cikawung....
Untuk Rekreasi budaya asik juga,.... tapi takut kesurupan... 

Sunday, September 19, 2010

Kata Penyejuk Hati saat Resah

Anda pasti bisa apabila anda berpikir bahwa anda memang bisa (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


Mulailah anda berpikir bahwa anda sanggup, lalu cobalah berkali-kali, maka anda akan meyadari bahwa betul-betul anda memang sanggup (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)

Orang yang tidak mempunyai masalah kehidupan adalah orang mati (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


MERUBAH ORANG LAIN ?
Percuma saja seseorang yang memulai hubungan dengan orang lain yang disertai niat untuk merubah orang lain tersebut.
Menerima seorang pria sebagai mana adanya, berarti kita menerimanya sebagai manusia biasa. Mungkin saja ia memiliki kekurangan, tapi mungkin saja ia memiliki kelebihan. Dengan berbuat begini, kita bukan hanya menerima dia sebagai mana adanya, tapi kita juga mengakui haknya untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Kita bukannya tidak melihat kelemahan-kelemahannya, namun kita menerima dia sebagai sesuatu yang wajar.
Menerima dia sebagai adanya dia, bukab berarti kita menerimanya dengan toleransi, melainkan dengan KEIKHLASAN. Tolerensi dapat membuat kita MERANA, karena seringkali dilakukan dengan rasa PENGORBANAN. Sedangkan keikhlasan memberikan kebahagiaan, karena kita memberikan pengertian dengan ketulusan. (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


Jangan biarkan satu kesalahan apapun untuk melunturkan kepercayan anda terhadap diri anda, tariklah pelajaran dan manfat dari kesalahan itu. (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


Ujian hidup ini tidak pernah bermaksud untuk menghancurkan kita, melainkan untuk mengembleng kita keluar lebih cemerlang lagi (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)

Hindari 3 jenis kelemahan : KEKURANGAN, KEHILANGAN DAN KETERBATASAN (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


Peganglah teguh bayangan sasaran hidup anda itu dan janganlah lepaskan bayangan itu sebelum ia menjelma menjadi sebuah kenyataan (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)

Jangan membuang barang semenitpun untuk memikirkan orang-orang yang tidak kita sukai (EISHENHOWER)

Selama masih hidup, masih ada harapan (ERAMUS)

Kalau tidak bisa menjadi MATAHARI jadilah BINTANG, sebab yang mengukur kalah atau menang bukan besar atau kecilnya, tetapi WAJAR atau TIDAK. (Mbox)

Kenalilah perasaanmu dengan baik, tariklah batas yang jelas antara CINTA dan PERASAAN LAIN. Persiapkanlah dirimu untuk menerima kecewa apabila kamu ingin melewati batas itu. (MBOX)

Sulit bukan berarti tidak mungkin (MBOX)

Kemauan tak pernah terbatas, tapi kemampuanlah yang terbatas (MBOX)

Bersaing dengan masalalu adalah hal yang sia-sia (MBOX)


Diantara dua pilihan yang sama besar, pasti ada salah satu yang terbesar, yakinlah pada pilihan itu dan buang jauh-jauh pilihan yang satunya (MBOX)

Bertahan dan tekun menantang kesulitan dengan TIDAK BERKEPUTUSAN, mungkin tidak banyak orang yang bisa melakukannya. (GOETHE)

Kuasai jalan pikiranmu, maka kamu akan sanggup melakukan apa saja dengan pikiranmu itu (PLATO)

Barang siapa takut menghadapi kesukaran, selamanya dia tak akan maju (HORNE)


Katakanlah secara diam-diam kepada diri anda; "Saya telah ditakdirkanuntuk dapat menanggulangi setiap keadaan". (ANDREW CARNEGIE)

Bila anda mengatakan "Sesuatu itu tidaklah mungkin terjadi", maka pada saat itu pula anda telah ketinggalan zaman, oleh karena telah ada orang lain yang sedang melakukannya. (HARRY EMERSON.F)

Kita punya 40 JUTA alasan untuk membenarkan kesalahan kita, akan tetapi tidak ada satupun yang bisa membenarkan kita. (RUDYARD KIPLING)


Hal-hal kecil memang tidak mengesankan, tetapi mereka memberi kedamaian (BERNANOS)

Wanita lebih bijak dari pria, karena mereka tahu lebih sedikit, tetai mengerti lebih banyak (james stephens)

Dapatkan kamu ceritakan kapan dan dimana perang paling berani dilakukan ?
Didalam peta dunia tak akan kamu temukan, karena perang itu dilakukan oleh ibu-ibu yang melahirkan anak-anaknya. (JOAQUIN MIELER)

Teladan itu turun ke bawah, bukan naik ke atas (JOUBERT)

Aku tak pernah bertanya kapan aku mati, tetapi aku selalu bertanya berapa banyak yang dapat aku lakukan selama aku masih hisup (WASHINGTON)

Tiga orang dapat menyimpan rahasia dengan ketat, apabila diantara ketiga orang tersebut, dua orang MATI. (Anonimous)



Apa Harapan Itu Masih Ada ?

Langkah ini selalu saja terkeok-keok oleh harapan yang selalu saja terputus ditengah jalan, harapan itu tidak seperti harapan yang selalu muncul saat aku tidak sedang menjalaninya.

Kenapa harapan-harapan itu tidak mulus saja sesuai keinginanku, sehingga kami bisa nyaman menjalani kehidupan ini secara normal, tidak terlalu harus mulus sekali, paling tidak kami tidak terkeok-keok seperti saat ini. Padahal apa yang kulakukan saat ini sudah kurubah bukan seperti aku sebelumnya, aku sudah tidak terlalu perduli perasan orang lain seperti sebelumnya yang menjadikan aku seperti terkurung oleh segala kebaikan yang sebenarnya aku sendiri tak sanggup untuk melakukan kebaikan itu, padahal aku sendiri terpaksa melakukan kebaikan itu karena aku ingin menjaga apa yang mereka nilai tentang aku.


Sekarang kurubah semua yang ada, kuhilangkan perasaan yang mengangguku untuk bersikap lebih pada orang lain, kucoba tak terlalu perduli akan penilaian orang lain tentang diriku,.... tapi ternyata tempat dan suasana yang beda membuat harapan itu tetap harus terkeok-keok menghampiriku.


Tuhan, tunjukan jalanku agar aku bisa menyeimbangkan kehidupan ini sebagaimana mestinya, tidak harus menyakiti orang terlalu dalam, namun kamipun tidak tersiksa seperti ini.
Tunjukan harapan yang sesuai dengan bayanganku walau tidak utuh seperti bayanganku, paling tidak tidak jauh meleset dari bayanganku tentang sebuah HARAPAN.

Semoga ENGKAU selalu ada dalam setiap harapan kami,... amien


Cikawung, 19 September 2010

Mengatasi Stress

Bukan beban berat yang membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"Para siswa menjawab mulai dari 200gr sampai 500gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1jam,lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." Lanjut Covey "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengakatnya lagi".Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..!!

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita... Tetap Berharap ...

Kutipan : Dari Milis tetangga...

Paradigma Baru,... Ala Pencari Kayu Bakar

Paradigma baru, sering kita dengar kata itu terutama bagi seorang pemimpin perusahaan atau para birokrat-birokrat dengan program-program perubahan pola pikirnya yang katanya untuk kemajuan perusahaan atau instansinya.

Paradigma secara gampangannya menurut orang kecil seperti kita mungkin semacam perubahan
, gak jelas ke arah baik atau malah menghancurkan ?

Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku.

Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktek yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.


Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik).


Ada yang mengelitik hati saya saat ada yang mengatakan "Paradigma Baru",... ketika itu ada pencari kayu bakar di hutan, ketika dicegat petugas dan diperiksa dengan tuduhan adalah kayu-kayu itu merupakan hasil nebang pohon, trus terjadi dialog kira2 sbb :


PKb : Saya gak nebang pak Polhut, dapat nemu kayu roboh yang ditebang orang, gak tahu yang nebangnya siapa
Polhut : bohong, kemarin ditebangnya sama bapak nya ? trus sekarang diambil ?


Pkb : Sumpah, bukan saya
Singkat cerita lain waktu petugas memergoki pencari kayu bakar tersebut sedang menebang pohon dan langsung ditangkap, terjadi dialog :
Polhut : Nah kan bapak yang nebang ? mau ngebohong ya, hayo ikut ke kantor polisi ?


PKb : maaf pak, soalnya susah cari kayu bakar kering di hutan,... jadi terpaksa nebang, buat masak pak ! Maklum orang miskin.
Polhut : Kenapa atuh caranya begitu ? sama aja mencuri pohon !


PKb : ya disini mah sekarang modusna begitu pak,... paradigma baru
Polhut : Apa paradigma baru itu ?


PKb : rubah cara pak ?


Maksud penulis mengutip dialog diatas adalah ingin menyampaikan bahwa paradigma baru yang diusung oleh siapapun itu tetap tidak boleh melanggaran aturan-aturan yang ada sepanjang aturan tersebut belum dirubah.


Seorang pemimpin bila mengenalkan "PARADIGMA BARU" mestinya mengenalkan konsep dulu, setelah itu baru mengeluarkan kebijakan tentang perubahan itu untuk selanjutnya baru disosialisasikan sebagai PARADIGMA BARU yang harus diikuti oleh seluruh komunitas perusahaannya.


Sebaliknya PARADIGMA BARU itu dijalankan dengan tanpa dasar apapun tetapi komunitas perusahaan harus memahami paradigma-nya itu, itu namanya KESEWENANG-WENANGAN / tidak jauh beda dengan DIKTATOR. Sementara peraturan-peraturan yang mengikat masih tetap ada dan harus dijalani oleh komunitas perusahaan sehingga akan terjadi tabrakan antara peraturan yang masih berlaku dengan paradigma baru yang belum jelas arahnya dan payung hukumnya tersebut. Apalagi di perusahaan BUMN bukan perusahaan pribadi.


Seorang pemimpin mempunyai pembantu-pembantu berbagai bidang sebagai sarana untuk menyerap saran dalam mengambil sebuah kebijakan dan harus memahami kebijakan yang lebih tinggi dari kepemimpinan ybs.
Bagaimana menurut anda ?

Diposting di Blog lamaku  tgl 19 Desember 2009   dk-rizal.blogspot.com

Doa Kami (Orangtuamu)

TUHANKU,
     Kalau anak kami tumbuh dan dewasa menurut kodrat-MU,
     berilah dia jalan yang lurus ……
     jalan lurus panjang yang tidak mulus, tapi keras dan berbatu-batu
    sehingga kakinya kukuh dan kuat untuk melangkahi zaman yang semakin keras ini

    Janganlah ia diberi banyak kemudahan-kemudahan
    apalagi kalau kemudahan-kemudahan itu ……
    ia dapatkan disebabkan oleh bayang-bayang kami sebagai orangtuanya.
    Berikanlah kepadanya tantangan dan kerumitan
    sebatas ujung kemampuan daya tahannya …
    sehingga, kalau ia berhasil nanti, itu adalah disebabkan oleh keringat dan kegigihannya sendiri.

TUHANKU,
Berilah anak kami keberanian, namun keberanian yang tidak menakutkan orang lain
jadikanlah ia sahabat oleh semua sisi,……baik sisi tumpul, maupun sisi tajam
biar terkadang ia tergores atau terluka sekalipun,
karena dengan itu ia kenal dengan merah darahnya,
kenal dengan perihnya luka.

TUHANKU,
Jadikanlah anak kami menjadi orang yang bisa merasakan perasaan banyak lapisan
namun, janganlah ia jadi sentimentil …
biar sedikit saja KAU sisakan persediaan air mata pada matanya
Matanya harus nyala, … tak mudah silau oleh cahaya
tak mudah pula terkantuk karena kekelaman


Jauhkan dari anak kami rasa sombong
kalaupun kami orangtuanya nanti adalah orang yang berpengaruh
janganlah ia pergunakan pengaruh kami untuk mencapai tujuannya …
biarkanlah ia mandiri !?!!

Kenalkan kepadanya rasa kalah
sebelum ia sempat merasakan rasa menang.
kenalkan kepadanya rasa pahit …
sebelum ia kenal dengan rasa manis.

TUHANKU,
Kalau ia kelak berhasil pula menjadi Pejabat Tinggi di negeri ini …
semoga jabatannya lebih tinggi daripada apa yang pernah kami jabat sekarang ini
akan tetapi sekali lagi, … itu ia dapatkan haruslah dengan prestasi.
tidak dengan toleransi, …… Tidak demi pertalian historis …………… yang melahirkan basa-basi.

TUHANKU,
Jangan berikan anak kami kesenangan yang berlebih-lebihan
namun jangan pula ia teraniaya dalam penderitaan.
kalau ia memperoleh kesenangan, haruslah terlebih dahulu ia menunduk ke bumi.
ingatkan padanya, masih banyak orang yang tak beruntung dan melata di muka bumi ini.

Ingatkan pula padanya,………
bahwa keberuntungan atau kesenangan itu lebih nikmat kalau dibagi
dibanding membagi kerugian……………
seperti yang hamba sampaikan tadi, ………
kesenangan itu tentulah ia peroleh dengan keringatnya pribadi……


Jauhkanlah dari anak kami kelalaian yang akan merugikan orang lain
andaikan ia menjadi Hakim, ………
janganlah oleh karena kelalaiannya, orang menjadi teraniaya.
Biarlah, kalau karena kelalaiannya, ia “tanpa sengaja” melepaskan seratus orang bersalah,
daripada karena kelalaiannya, ia tanpa sengaja menghukum seorang yang tak bersalah………

Dan tentu saja anak kami bukan seorang malaikat,
orang terbebas dari dosa dan kekhilafan.
Namun demikian, janganlah lebih banyak pula dosa dan kekhilafan yang ia perbuat
dibanding kebajikan.
Yang paling penting, ia haruslah orang yang percaya pada ENGKAU ………
Tuhan Yang Maha BESAR.
Amiiin…..

Dikutif dan dimodifikasi dari pujangga Italia

diposting 24 Oktober 2009  diblog lamaku dk-rizal.blogspot.com