Sunday, November 14, 2010

Kesurupan Bareng

Acara apa ini ? kok begini ? Kasihan amat orang-orang kesurupan itu ?
Mungkin pertanyan itu akan dilayangkan bagi orang yang pertama kali menghadiri acara "SEDEKAH BUMI" yang diadakan di makam Mbah Buyut Cikawung di desa Cikawung kec. Terisi Kab. Indramayu.

Makam Mbah buyut Cikawung adalah makam tokoh desa Cikawung yang katanya merupakan cikal bakal adanya desa Cikawung pada jaman dulu.  
Lokasi makam tersebut merupakan desa asal Cikawung sebelum zaman DI/TII, namun karena alasan keamanan desa tersebut ditinggalkan dan pindah ke Cikamurang, penduduk disana pada saat itu diancam dan dibunuh apabila tidak memberikan beras atau harta bendanya kepada pasukan DI / TII.
Selanjutnya penduduk Desa Cikawung pindah ke Cikamurang, sehingga sampai saat ini  Desa Cikawung berkedudukan di Cikamurang yang merupakan jalan raya alternatif Subang-Kadipaten.
Dalam acara sedekah bumi tersebut, seluruh orang yang ada di desa Cikawung merayakannya dengan membawa makanan/tumpeng yang dimakan bersama-sama di dekat makam mba buyut Cikawung tersebut.
Acara tersebut juga diiringi kesenian sunda. Ada pula lagu2 khusus yang apabila dinyanyikan akan banyak orang kesurupan, terutama keturunan mbah buyut Cikawung....
Untuk Rekreasi budaya asik juga,.... tapi takut kesurupan... 

Sunday, September 19, 2010

Kata Penyejuk Hati saat Resah

Anda pasti bisa apabila anda berpikir bahwa anda memang bisa (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


Mulailah anda berpikir bahwa anda sanggup, lalu cobalah berkali-kali, maka anda akan meyadari bahwa betul-betul anda memang sanggup (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)

Orang yang tidak mempunyai masalah kehidupan adalah orang mati (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


MERUBAH ORANG LAIN ?
Percuma saja seseorang yang memulai hubungan dengan orang lain yang disertai niat untuk merubah orang lain tersebut.
Menerima seorang pria sebagai mana adanya, berarti kita menerimanya sebagai manusia biasa. Mungkin saja ia memiliki kekurangan, tapi mungkin saja ia memiliki kelebihan. Dengan berbuat begini, kita bukan hanya menerima dia sebagai mana adanya, tapi kita juga mengakui haknya untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Kita bukannya tidak melihat kelemahan-kelemahannya, namun kita menerima dia sebagai sesuatu yang wajar.
Menerima dia sebagai adanya dia, bukab berarti kita menerimanya dengan toleransi, melainkan dengan KEIKHLASAN. Tolerensi dapat membuat kita MERANA, karena seringkali dilakukan dengan rasa PENGORBANAN. Sedangkan keikhlasan memberikan kebahagiaan, karena kita memberikan pengertian dengan ketulusan. (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


Jangan biarkan satu kesalahan apapun untuk melunturkan kepercayan anda terhadap diri anda, tariklah pelajaran dan manfat dari kesalahan itu. (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


Ujian hidup ini tidak pernah bermaksud untuk menghancurkan kita, melainkan untuk mengembleng kita keluar lebih cemerlang lagi (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)

Hindari 3 jenis kelemahan : KEKURANGAN, KEHILANGAN DAN KETERBATASAN (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)


Peganglah teguh bayangan sasaran hidup anda itu dan janganlah lepaskan bayangan itu sebelum ia menjelma menjadi sebuah kenyataan (Dr. Norman Vincent Pale, (Buku : The power of positive Thingking)

Jangan membuang barang semenitpun untuk memikirkan orang-orang yang tidak kita sukai (EISHENHOWER)

Selama masih hidup, masih ada harapan (ERAMUS)

Kalau tidak bisa menjadi MATAHARI jadilah BINTANG, sebab yang mengukur kalah atau menang bukan besar atau kecilnya, tetapi WAJAR atau TIDAK. (Mbox)

Kenalilah perasaanmu dengan baik, tariklah batas yang jelas antara CINTA dan PERASAAN LAIN. Persiapkanlah dirimu untuk menerima kecewa apabila kamu ingin melewati batas itu. (MBOX)

Sulit bukan berarti tidak mungkin (MBOX)

Kemauan tak pernah terbatas, tapi kemampuanlah yang terbatas (MBOX)

Bersaing dengan masalalu adalah hal yang sia-sia (MBOX)


Diantara dua pilihan yang sama besar, pasti ada salah satu yang terbesar, yakinlah pada pilihan itu dan buang jauh-jauh pilihan yang satunya (MBOX)

Bertahan dan tekun menantang kesulitan dengan TIDAK BERKEPUTUSAN, mungkin tidak banyak orang yang bisa melakukannya. (GOETHE)

Kuasai jalan pikiranmu, maka kamu akan sanggup melakukan apa saja dengan pikiranmu itu (PLATO)

Barang siapa takut menghadapi kesukaran, selamanya dia tak akan maju (HORNE)


Katakanlah secara diam-diam kepada diri anda; "Saya telah ditakdirkanuntuk dapat menanggulangi setiap keadaan". (ANDREW CARNEGIE)

Bila anda mengatakan "Sesuatu itu tidaklah mungkin terjadi", maka pada saat itu pula anda telah ketinggalan zaman, oleh karena telah ada orang lain yang sedang melakukannya. (HARRY EMERSON.F)

Kita punya 40 JUTA alasan untuk membenarkan kesalahan kita, akan tetapi tidak ada satupun yang bisa membenarkan kita. (RUDYARD KIPLING)


Hal-hal kecil memang tidak mengesankan, tetapi mereka memberi kedamaian (BERNANOS)

Wanita lebih bijak dari pria, karena mereka tahu lebih sedikit, tetai mengerti lebih banyak (james stephens)

Dapatkan kamu ceritakan kapan dan dimana perang paling berani dilakukan ?
Didalam peta dunia tak akan kamu temukan, karena perang itu dilakukan oleh ibu-ibu yang melahirkan anak-anaknya. (JOAQUIN MIELER)

Teladan itu turun ke bawah, bukan naik ke atas (JOUBERT)

Aku tak pernah bertanya kapan aku mati, tetapi aku selalu bertanya berapa banyak yang dapat aku lakukan selama aku masih hisup (WASHINGTON)

Tiga orang dapat menyimpan rahasia dengan ketat, apabila diantara ketiga orang tersebut, dua orang MATI. (Anonimous)



Apa Harapan Itu Masih Ada ?

Langkah ini selalu saja terkeok-keok oleh harapan yang selalu saja terputus ditengah jalan, harapan itu tidak seperti harapan yang selalu muncul saat aku tidak sedang menjalaninya.

Kenapa harapan-harapan itu tidak mulus saja sesuai keinginanku, sehingga kami bisa nyaman menjalani kehidupan ini secara normal, tidak terlalu harus mulus sekali, paling tidak kami tidak terkeok-keok seperti saat ini. Padahal apa yang kulakukan saat ini sudah kurubah bukan seperti aku sebelumnya, aku sudah tidak terlalu perduli perasan orang lain seperti sebelumnya yang menjadikan aku seperti terkurung oleh segala kebaikan yang sebenarnya aku sendiri tak sanggup untuk melakukan kebaikan itu, padahal aku sendiri terpaksa melakukan kebaikan itu karena aku ingin menjaga apa yang mereka nilai tentang aku.


Sekarang kurubah semua yang ada, kuhilangkan perasaan yang mengangguku untuk bersikap lebih pada orang lain, kucoba tak terlalu perduli akan penilaian orang lain tentang diriku,.... tapi ternyata tempat dan suasana yang beda membuat harapan itu tetap harus terkeok-keok menghampiriku.


Tuhan, tunjukan jalanku agar aku bisa menyeimbangkan kehidupan ini sebagaimana mestinya, tidak harus menyakiti orang terlalu dalam, namun kamipun tidak tersiksa seperti ini.
Tunjukan harapan yang sesuai dengan bayanganku walau tidak utuh seperti bayanganku, paling tidak tidak jauh meleset dari bayanganku tentang sebuah HARAPAN.

Semoga ENGKAU selalu ada dalam setiap harapan kami,... amien


Cikawung, 19 September 2010

Mengatasi Stress

Bukan beban berat yang membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"Para siswa menjawab mulai dari 200gr sampai 500gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1jam,lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." Lanjut Covey "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengakatnya lagi".Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..!!

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita... Tetap Berharap ...

Kutipan : Dari Milis tetangga...

Paradigma Baru,... Ala Pencari Kayu Bakar

Paradigma baru, sering kita dengar kata itu terutama bagi seorang pemimpin perusahaan atau para birokrat-birokrat dengan program-program perubahan pola pikirnya yang katanya untuk kemajuan perusahaan atau instansinya.

Paradigma secara gampangannya menurut orang kecil seperti kita mungkin semacam perubahan
, gak jelas ke arah baik atau malah menghancurkan ?

Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku.

Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktek yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.


Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik).


Ada yang mengelitik hati saya saat ada yang mengatakan "Paradigma Baru",... ketika itu ada pencari kayu bakar di hutan, ketika dicegat petugas dan diperiksa dengan tuduhan adalah kayu-kayu itu merupakan hasil nebang pohon, trus terjadi dialog kira2 sbb :


PKb : Saya gak nebang pak Polhut, dapat nemu kayu roboh yang ditebang orang, gak tahu yang nebangnya siapa
Polhut : bohong, kemarin ditebangnya sama bapak nya ? trus sekarang diambil ?


Pkb : Sumpah, bukan saya
Singkat cerita lain waktu petugas memergoki pencari kayu bakar tersebut sedang menebang pohon dan langsung ditangkap, terjadi dialog :
Polhut : Nah kan bapak yang nebang ? mau ngebohong ya, hayo ikut ke kantor polisi ?


PKb : maaf pak, soalnya susah cari kayu bakar kering di hutan,... jadi terpaksa nebang, buat masak pak ! Maklum orang miskin.
Polhut : Kenapa atuh caranya begitu ? sama aja mencuri pohon !


PKb : ya disini mah sekarang modusna begitu pak,... paradigma baru
Polhut : Apa paradigma baru itu ?


PKb : rubah cara pak ?


Maksud penulis mengutip dialog diatas adalah ingin menyampaikan bahwa paradigma baru yang diusung oleh siapapun itu tetap tidak boleh melanggaran aturan-aturan yang ada sepanjang aturan tersebut belum dirubah.


Seorang pemimpin bila mengenalkan "PARADIGMA BARU" mestinya mengenalkan konsep dulu, setelah itu baru mengeluarkan kebijakan tentang perubahan itu untuk selanjutnya baru disosialisasikan sebagai PARADIGMA BARU yang harus diikuti oleh seluruh komunitas perusahaannya.


Sebaliknya PARADIGMA BARU itu dijalankan dengan tanpa dasar apapun tetapi komunitas perusahaan harus memahami paradigma-nya itu, itu namanya KESEWENANG-WENANGAN / tidak jauh beda dengan DIKTATOR. Sementara peraturan-peraturan yang mengikat masih tetap ada dan harus dijalani oleh komunitas perusahaan sehingga akan terjadi tabrakan antara peraturan yang masih berlaku dengan paradigma baru yang belum jelas arahnya dan payung hukumnya tersebut. Apalagi di perusahaan BUMN bukan perusahaan pribadi.


Seorang pemimpin mempunyai pembantu-pembantu berbagai bidang sebagai sarana untuk menyerap saran dalam mengambil sebuah kebijakan dan harus memahami kebijakan yang lebih tinggi dari kepemimpinan ybs.
Bagaimana menurut anda ?

Diposting di Blog lamaku  tgl 19 Desember 2009   dk-rizal.blogspot.com

Doa Kami (Orangtuamu)

TUHANKU,
     Kalau anak kami tumbuh dan dewasa menurut kodrat-MU,
     berilah dia jalan yang lurus ……
     jalan lurus panjang yang tidak mulus, tapi keras dan berbatu-batu
    sehingga kakinya kukuh dan kuat untuk melangkahi zaman yang semakin keras ini

    Janganlah ia diberi banyak kemudahan-kemudahan
    apalagi kalau kemudahan-kemudahan itu ……
    ia dapatkan disebabkan oleh bayang-bayang kami sebagai orangtuanya.
    Berikanlah kepadanya tantangan dan kerumitan
    sebatas ujung kemampuan daya tahannya …
    sehingga, kalau ia berhasil nanti, itu adalah disebabkan oleh keringat dan kegigihannya sendiri.

TUHANKU,
Berilah anak kami keberanian, namun keberanian yang tidak menakutkan orang lain
jadikanlah ia sahabat oleh semua sisi,……baik sisi tumpul, maupun sisi tajam
biar terkadang ia tergores atau terluka sekalipun,
karena dengan itu ia kenal dengan merah darahnya,
kenal dengan perihnya luka.

TUHANKU,
Jadikanlah anak kami menjadi orang yang bisa merasakan perasaan banyak lapisan
namun, janganlah ia jadi sentimentil …
biar sedikit saja KAU sisakan persediaan air mata pada matanya
Matanya harus nyala, … tak mudah silau oleh cahaya
tak mudah pula terkantuk karena kekelaman


Jauhkan dari anak kami rasa sombong
kalaupun kami orangtuanya nanti adalah orang yang berpengaruh
janganlah ia pergunakan pengaruh kami untuk mencapai tujuannya …
biarkanlah ia mandiri !?!!

Kenalkan kepadanya rasa kalah
sebelum ia sempat merasakan rasa menang.
kenalkan kepadanya rasa pahit …
sebelum ia kenal dengan rasa manis.

TUHANKU,
Kalau ia kelak berhasil pula menjadi Pejabat Tinggi di negeri ini …
semoga jabatannya lebih tinggi daripada apa yang pernah kami jabat sekarang ini
akan tetapi sekali lagi, … itu ia dapatkan haruslah dengan prestasi.
tidak dengan toleransi, …… Tidak demi pertalian historis …………… yang melahirkan basa-basi.

TUHANKU,
Jangan berikan anak kami kesenangan yang berlebih-lebihan
namun jangan pula ia teraniaya dalam penderitaan.
kalau ia memperoleh kesenangan, haruslah terlebih dahulu ia menunduk ke bumi.
ingatkan padanya, masih banyak orang yang tak beruntung dan melata di muka bumi ini.

Ingatkan pula padanya,………
bahwa keberuntungan atau kesenangan itu lebih nikmat kalau dibagi
dibanding membagi kerugian……………
seperti yang hamba sampaikan tadi, ………
kesenangan itu tentulah ia peroleh dengan keringatnya pribadi……


Jauhkanlah dari anak kami kelalaian yang akan merugikan orang lain
andaikan ia menjadi Hakim, ………
janganlah oleh karena kelalaiannya, orang menjadi teraniaya.
Biarlah, kalau karena kelalaiannya, ia “tanpa sengaja” melepaskan seratus orang bersalah,
daripada karena kelalaiannya, ia tanpa sengaja menghukum seorang yang tak bersalah………

Dan tentu saja anak kami bukan seorang malaikat,
orang terbebas dari dosa dan kekhilafan.
Namun demikian, janganlah lebih banyak pula dosa dan kekhilafan yang ia perbuat
dibanding kebajikan.
Yang paling penting, ia haruslah orang yang percaya pada ENGKAU ………
Tuhan Yang Maha BESAR.
Amiiin…..

Dikutif dan dimodifikasi dari pujangga Italia

diposting 24 Oktober 2009  diblog lamaku dk-rizal.blogspot.com

Renungan (Waktu Tak Kan Pernah Mundur)

Jarum jam itu dari detik ke detik terus berjalan..... 60 kali detakan menjadikannya satu menit, diikuti jarum-jarum yang lainnya, sampai akhirnya jarum-jarum tersebut akan berubah satu demi satu angka dalam kalender, sehingga terpaksa kita harus rela merobek satu demi satu lembaran kalender kita,.... sebagus apapun foto dalam lembaran kalender kita itu.

Ingin rasanya kita melihat atau merasakan jarum jam itu berjalan mundur.... ternyata dari sejak berabad-abad dulu jarum jam itu tidak pernah berhenti satu detikpun, apalagi berjalan mundur rasanya sesuatu hal yang tidak mungkin. Walaupun kadangkala ingin rasanya itu terjadi sehingga kita bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan kita di masa lalu.... tetapi dengan angkuhnya jarum jam itu tetap berjalan tak perduli apapun kesalahan kita dimasa lalu.

Bersama detakan jarum jam, nyanyian kehidupanpun terus berdendang mengikuti tangga nada kehidupan yang berubah-ubah...............
Kadang kala terdengar nyanyian sendu,... nyanyian suka ria,..... nyanyian sedih, nyanyian romantis,..... atau mungkin nyanyian rindu dan kangen.

Jarum jam tak pernah mundur mengajarkan kepada kita bahwa kita tak mungkin kembali ke masa lalu,.... sehingga APAPUN MASA LALU KITA..... SEBESAR APAPUN KESALAHAN KITA.....
TETAP BEGITU DAN AKAN TERUS BEGITU

Sementara kita sadari pula nyanyian kehidupan akan bergema sesuai dengan tangga-tangga nada berdasarkan suasaa hati kita.... atau kita buat not demi not yang sesuai dengan keinginan dan rencana kita sehingga akan tercipta LAGU KEHIDUPAN YANG INDAH sesuai dengan harapan kita.

Banjaran, 7 Oktober 2009